Menurut KBBI, judi adalah permainan dengan memakai uang atau barang
berharga sebagai taruhan (seperti main dadu, kartu). Sedangkan
pengertian yang beredar menurut masyarakat luas judi adalah taruhan
(biasanya uang) dimana yang menang akan mengambil uangnnya dan yang
kalah akan rugi. Di dalam transaksi ekonomi pun banyak kita temui
transaksi-transaksi yang mengandung judi. Misalnya saja konsep asuransi
jiwa konvensional, dikatakan bahwa asuransi jiwa bertujuan untuk
mengurangi dampak kerugian asset yang diderita oleh pemiliknya atau
pihak-pihak yang menjadi tanggungan pemilik asset tersebut, dengan cara
memberikan kompensasi kerugian sehingga tujuan-tujuan finansial orang
tersebut tetap tercapai. Disini ada permainan spekulatif, dimana bila
pihak tertanggung mengalami kecelakaan berat yang memerlukan biaya
banyak sedangkan premi yang baru dibayarkakn oleh pihak penanggung hanya
beberapa dan tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan perusahaan,
maka aka ada pihak yang rugi dan pihak yang untung, yaitu pihak
tertanggung untung dan perusahaan asuransi rugi. Parahnya lagi ada satu
produk asuransi jiwa konvensional dimana dikhususkan untuk masyarakat ke
bawah, yang preminya kecil, namun konsepnya bila pihak tertanggung ini
tidak mengalami kecelakaan sedikit pun sampai batas berakhiran
pembayaran asuransi maka uang yang sudah masuk ke perusahaan asuransi
akan menjadi milik perusahaan asuransi. Disini berarti pihak tertanggung
mengalami kerugian dan pihak perusahaan asuransi mengalami keuntungan.
Contoh lain adalah transaksi dari pasar modal konvensional, karena
disitu harga saham adalah fluktuatif, maka di situ biisa disebut
judinya.
Betapa tidak berkahnya perbuatan ini, karena judi termasuk
dosa besar, firman Allah dalam Qur’an surat Al-Baqarah ayat 219,
“Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang khamar dan judi.
Katakanlah, “Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi
manusia. Tetapi dosanya lebih besar daripada manfaatnya. “Dan mereka
menanyakan kepadamu (tentang) apa yang (harus) mereka infakkan.
Katakanlah , “Kelebihan (dari apa yang diperlukan).” Demikian Allah
menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu memikirkan,”(219).
Judi adalah perbuatannya syaitan, dampak judi akan menimbulkan
permusuhan dan kebencian diantara umat manusia, seperti yang diterangkan
Allah Ta’ala dalam Qur’an surat Al-Ma’idah ayat 90-91, yang artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya, minuman keras, berjudi,
(berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah
perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah
(perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung”(90) Dengan minuman keras
dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan
kebencian diantara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat
Allah dan melaksanakan shalat, maka tidaklah kamu mau berhenti?”(91).
1. Aplikasi KBBI Offline
2. Qur’an Hafalan Dan Terjemah, (Jakarta: Almahira, 2015), h. 34.
3.Ibid, h. 123.
-Risma Yunita
Sekretaris Bidang Media dan Komunikasi
PK IMM FAI (2016-2017)
Cabang Kota Tangerang
Sabtu, 27 Mei 2017
Epistemologi, Islam dan Kriteria Kebenaran dalam Epistemologi Islam
A. Pengertian Epistemologi
Epistemologi berasal dari kata Yunani, episteme dan logos. Episteme berarti pengetahuan, sedangkan logos berarti teori. “Menurut Dedi Supriyadi, dengan kata lain, epistemologi adalah cabang ilmu filsafat yang menengarai masalah-masalah filosofikal yang mengitari teori ilmu pengetahuan.” Jadi epistemologi dapat diartikan sebagai teori tentang pengetahuan.
Epistemologi bertalian dengan definisi dan konsep-konsep ilmu, ragam ilmu yang bersifat nisbi dan niscaya, dan relasi eksak antara ‘alim (subjek) dan ma’lum (objek). Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa epistemologi adalah bagian filsafat yang meneliti asal usul, asumsi dasar, sifat-sifat, dan cara memperoleh pengetahuan menjadi penentu penting dalam menentukan sebuah model filsafat. Dengan pengertian tersebut, epistemologi menentukan karakter pengetahuan, bahkan menentukan “kebenaran” macam apa yang dianggap patut diterima dan apa yang patut ditolak.
B. Aliran Epistemologi
Menurut Dedi Supriyadi, secara garis besar, ada dua aliran pokok dalam epistemologi. Pertama, idealisme atau lebih populer dengan sebutan rasionalisme, yaitu suatu aliran pemikiran yang menekankan pentingnya peran akal, ide, kategori, bentuk sebagai sumber ilmu pengetahuan. Di sini, peran pancaindra dinomorduakan. Adapun aliran kedua adalah, realisme atau yang lebih populer dengan sebutan empirisme yang lebih menekankan peran indra (sentuhan, penglihatan, penciuman, pencicipan, dan pendengaran) sebagai sumber sekaligus sebagai alat untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Di sini, peran akal dinomorduakan.
Jadi, idealisme adalah ilmu pengetahuan yang berdasarkan akal, pemikiran, dan ide-ide, peran pancaindra bukan tidak digunakan hanya saja peran pancaindra tidak diutamakan. Dan realisme atau lebih dikenal dengan empirisme ialah ilmu pengetahuan yang menekankan pada pengalaman dan peran indra, di sini akal bukan tidak digunakan hanya saja peran akal tidak diutamakan.
C. Pokok Bahasan Epistemologi
Menurut Dedi Supriyadi, dalam hal ini, ada dua poin penting dijelaskan berkenaan dengan masalah ilmu pengetahuan., diantaranya :
1. Cakupan pokok bahasan, yakni apakah subjek epistemologi adalah ilmu secara umum atau ilmu dalam pengertian khusus seperti ilmu hushuli. Ilmu memiliki istilah yang berbeda dan setiap istilah menunjukkan batasan dari ilmu itu. Istilah-istilah ilmu tersebut adalah sebagai berikut.
a. Makna leksikal ilmu adalah sama dengan pengindraan secara umum dan mencangkup segala hal yang hakiki, sains, teknologi, keterampilan, kemahiran, dan juga meliputi ilmu-ilmu, seperti hudhuri, hushuli, ilmu Tuhan, ilmu para malaikat, dan ilmu manusia.
b. Ilmu adalah kehadiran hudhuru dan segala bentuk penyingkapan. Istilah ini digunakan dalam filsafat Islam. Makna ini mencangkup ilmu hushuli dan ilmu hudhuri.
c. Ilmu yang hanya dimaknakan sebagai ilmu hushuli yang berhubungan dengan ilmu logika (mantiq).
d. Ilmu adalah pembenaran (at-tashdiq) dan hukum yang meliputi kebenaran yang diyakini dan belum diyakini.
e. Ilmu adalah pembenaran yang diyakini.
f. Ilmu ialah kebenaran dan keyakinan yang bersesuaian dengan kenyataan dan realitas eksternal.
g. Ilmu adalah keyakinan benar yang bisa dibuktikan.
h. Ilmu adalah kumpulan proposisi universal yang saling bersesuaian yang tidak berhubungan dengan masalah-masalah sejarah dan geografi.
i. Ilmu ialah gabungan proposisi-proposisi universal yang hakiki yang tidak termasuk hal-hal yang linguistik.
j. Ilmu ialah kumpulan proposisi universal yang bersifat empirik.
2. Sudut pembahasan, yakni apabila subjek epistemologi adalah ilmu dan makrifat, dari sudut mana subjek ini? Karena ilmu dan makrifat juga dikaji dalam ontologi, logika, dan psikologi, sudut-sudut yang berbeda bisa menjadi pokok bahasan dalam ilmu. Terkadang, yang menjadi titik tekan adalah dari sisi hakikat kebenaran ilmu. Sisi ini menjadi salah satu pembahasan di bidang ontologi dan filsafat. Sisi pengungkapan dan kesesuaian ilmu dengan realitas eksternal juga menjadi pokok kajian epistemologi. Sementara aspek penyingkapan ilmu baru dengan perantaraan ilmu-ilmu sebelumnya dan faktor real yang menjadi penyebab hadirnya pengindraan dibahas dalam ilmu logika. Ilmu psikologi mengkaji subjek ilmu dari aspek pengaruh umur manusia terhadap tingkatan dan pencapaian suatu ilmu. Sudut pandang pembahasan akan sangat berpengaruh dalam pemahaman mendalam tentang perbedaan-perbedaan ilmu.
Jadi menurut hemat saya, subjek epistemologi bisa berupa ilmu secara umum atau pengertian ilmu secara khusus. Ilmu memiliki istilah yang berbeda dan setiap istilah menunjukkan batasan dari ilmu itu. Istilah-istilah ilmu tersebut ada yang telah disebutka di atas. Sedangkan sudut pembahasan dari epistemologi adalah ilmu dan makrifat yang juga dikaji dalam ontologi, logika, dan psikologi sudut-sudut yang berbeda bisa menjadi pokok bahasan dalam ilmu. yang menjadi titik tekan adalah dari sisi hakikat kebenaran ilmu. Sisi ini menjadi salah satu pembahasan di bidang ontologi dan filsafat. Sisi pengungkapan dan kesesuaian ilmu dengan realitas eksternal juga menjadi pokok kajian epistemologi. Sudut pandang pembahasan akan sangat berpengaruh dalam pemahaman mendalam tentang perbedaan-perbedaan ilmu.
D. Pengertian Islam
Menurut Zainuddin S. Nainggolan, Apakah Islam itu sebenarnya? Kata Islam berasal dari bahasa Arab, dari kata aslama, yuslimu islaman yang berarti menyerah, patuh. Seorang muslim yang taat, dia menyerah dan patuh kepada Allah (kepada Sunnatullah), baik yang tidak tertulis maupun yang tertulis supaya selamat dan damai lahiriyah dan rohaniyah. Sunatullah yang tidak tertulis ialah ketentuan atau hukum-hukum Allah yang mengatur alam semesta ini, yang mengatur perjalanan planet-planet, bumi, matahari dan sebagainya beserta seisinya. Oleh orang Barat Sunatullah ini disebut “Law of Nature atau Nature law”. Manusia sebenarnya bukanlah pencipta hokum-hukum yang ada di alam semesta ini, tetapi dia hanya menemukannya, seperti hokum grafitasi bumi ditemukan Isac Newton, gelombang elektro-magnetik ditemukan oleh Maxwell, keduanya dari Inggris. Penemuan Maxwell ini kemudian dikembangkan Herzt dari jerman, melalui percobaan bahwa gelombang elektro-magnetik itu benar-benar ad. Demikianlah akhirnya ia menemukakan hokum gelombang elektro magnetik. Hukum boyle ditemukan Robert Boyle, dan seterusnya.
Menurut keyakinan seorang Muslim, semua hukum tersebut adalah hukum yang Allah ciptakan untuk alam atau disebut juga sunatullah itu tidak akan berubah sepanjang zaman. Sehubungan dengan ini kaum Mu’tazilah dan banyak cendekiawan Muslim lainnya berpendapat bahwa kehendak perbuatan dan kekuasaan Allah SWT terbatas, yaitu dibatasi sunnatullah atau Allah sendiri.
Sedangkan sunnatullah tertulis adalah firman Allah yang berisi hokum atau prinsip-prinsip Allah untuk mengatur umat manusia dalam semua aspek kehidupannya di alam semesta ini, seperti dalam aspek hokum, social ekonomi, politik, keimanan atau tauhid, ibadat, akhlak, tasawuf, psikologi dan sebagainya.
E. Kriteria Kebenaran Dalam Epistemologi Islam
Menurur Dedi Supriyadi, ada beberapa kriteria kebenaran dalam epistemologi, diantaranya :
1. Kebenaran Teoritis (Rasionalisme)
Rasionalisme ialah paham yang mengatakan bahwa akal itulah alat pencari dan pengukur pengetahuan. Pengetahuan di cari dengan akal, dan temuannya di ukur dengan akal pula. Mengapa akal? Pertama, karena akal dianggap mampu. Kedua, karena akal pada setiap orang bekerja berdasarkan aturan yang sama. Aturan ialah logika alami yang ada pada akal setiap manusia. Akal itulah yang menjadi alat dan sumber yang paling dapat disepakati. Dicari dengan akal ialah dicari dengan berpikir logis. Di ukur dengan akal artinya diuji apakah temuan itu logis atau tidak. Apabila logis, aturan tersebut benar; apabila tidak aturan tersebut salah. Dengan akal bahwa kebenaran bersumber pada akal. Dalam proses pembuatan aturan, ternyata temuan akal sering bertentangan. Kata seorang ini logis, tetapi kata orang itu logis juga. Padahal ini dan itu tidak sama, bahkan kadang-kadang bertentangan. Orang-orang Sofis pada zaman Yunani Kuno dapat membuktikan bergerak sama dengan diam, kedua-duanya sama logisnya. Apakah anak panah yang melesat dari busurnya bergerak atau diam? Dua-duanya benar. Apa itu bergerak? Dari busur kesasaran. Jadi, anak panah itu bergerak. Anak panah itu juga dapat dibuktikan diam. Diam ialah apabila sesuatu pada suatu waktu berada pada suatu tempat. Jadi, anak panah itu diam. Ini pun benar karena argumenya juga logis. Jadi, bergerak sama dengan dia, sama-sama logis. Apa yang diperoleh dari kenyataan itu ? yang diperoleh ialah berpikir logis dan tidak menjamin diperolehnya kebenaran yang disepakati.
Pola rasionalisme ini, apabila di terapkan pada epistemologi dalam pemikiran islam, dalam hal ini termasuk ilmu kalam, tidak peduli terhadap masukan-masukan yang di berikan oleh emperisisme. Dominanya aspek rasionalisme dalam ilmu kalam akhirnya menjadikan pemikiran ini jatuh ke wilayah pemikiran metafisika yang lebih bersifat spekulatif dan melampaui batas-batas kemampuan dan daya serap pikiran manusia biasa. Memang demikian realitas pemikiran kalam klasik.
2. Kebenaran Praktis (Emperisme dan Positivisme)
Empirisisme ialah paham filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar ialah yang logis dan memilih bukti empiris. Dalam hal anak panah tersebut, menuurut empirisisme, yang benar adalah bergerak, sebab secara empiris dapat di buktikan bahwa anak panah itu bergerak. Coba saja, perut anda yang menghadang anak panah itu tentu anak panah itu akan mmenembus perut itu, dan benda yang menembus sesuatu haruslah benda yang bergerak. Ya, memang, sesuatu yang diam tidak akan mampu menembus. Dengan empirisisme inilah, aturan (untuk mengatur manusia dan alam) itu dibuat. Akan tetapi, ternyata empirisisme masih memiliki kekurangan. Kekurangan empirisisme ialah ia belum terukur. Empirisisme hanya sampai pada konsep-konsep yang umum. Menurut empirisisme, air kopi yang baru di seduh ini panas, nyala api ini lebih panas, besi yang mendidih ini sangat panas. Kata empirisisme kelereng ini kecil, bulan lebih besar, bumi lebih besar lagi, matahari sangat besar. Demikianlah seterusnya. Empirisme hanya menemukan konsep yang sifatnya umum. Konsep itu belum operasional karena belum terukur. Jadi, masih diperlukan alat lain. Alat lain itu ialah positivisme. Positivisme mengajarkan bahwa kebenaran ialah yang logis, ada bukti empirisnya, dan terukur. “Terukur” inilah sumbangan penting positivisme. Jadi, hal panas tersebut oleh positivisme dikatakan air kopi ini 800 C, air mendidih ini 1000 C, besi mendidih ini 1.0000 C, ini satu meter panjangnya.
3. Kebenaran Wahyu/Mukasyafah/Musyahadah
Sebagaimana perjalanan Al-Ghazali yang meraih kebenaran dari rasionalisme, empirisme, kemudian sampai pada tingkat sufi. Rasionalisme saja tidak cukup, dan empirisme saja tidak cukup karena keduanya bersumber dari akal. Oleh karena itu, diperlukan kebenaran yang hakiki tentang alam dan sang pencipta . dari sinilah, lahir ilmu laduni.
Untuk menggambarkan pengetahuan intim yang langsung ini, para sufi menyebutnya sebagai ilmu laduni, yang mengandalkan pemberian langsung “makna” sesuatu oleh Tuhan ke dalam hati seorang hamba yang dikehendaki-Nya Dallam suatu peristiwa apokaliptis yang disebut “mukasyafah” (penyingkapan) atau “musydhadah” (penyaksian). Hal ini karena, menurut keyakinan para sufi, yang menyingkapkan kebenaran secara langsung ke dalam hati mereka adalah Allah, sedangkan Allah sendiri mereka pandang sebagai “Kebenaran” (Al-Haqq), yang tidak mungkin berbohong. Inillah jaminan kebenaran bagi para sufi yang selalu mendatangkan keyakinandi hati mereka.
Dalam hal ini, telah menjadi identifikasi yang organik antara pengetahuan, yang mengetahui, dan yang diketahui—karena seseorang yang sama sekaligus menjadi subjek dan objek. Identifikasi darri subjek dan objek inilah yang bisa mematahkan kritik Kant, sedangkan identikasi pengetahuan dengan yang diiketahui telah menyebabkan pengetahuan (knowing) identik dengan kenyataan (being); atau dengan istilah lain, pikiran (mind) identic dengan tubuh (body). Dengan cara inilah, para sufi merasa yakin akan kebenaran dari pengetahuannya.
Mukasyafah adalah salah satu tangga menuju pengetahuan tentang Tuhan, suatu pengetahuan hakikat. Mukasyafah adalah upaya penyingkapan hijab-hijab yang menutupi diri. Secara esensial, penyingkapan adalah penghancuran tirai yang menutup objek dengan jalan rohani. Tabir dalam rohani terdiri atas dua jjenis, yaitu tirai penutup (hijab I rayni) yang tidak mungkin dapat disingkap dan kedua tirai pengabur (hijab i ghayni) yang dapat dicampakka. Maksudnya ialah bagi orang-orang yang telah sengaja menutup hatinya dari gairah pencarian akan tertutup dan sangat sulit dibuka, sedangkan bagi orang-orang yeng teruus-menerus berusaha mencari dan membuka hijab itu, hijab itu akan terbuka.
1.Dedi Supriyadi, Pengantar Filsafat Islam (Lanjutan) Teori dan Praktik, Cetakan ke-1, (Bandung: CV Pustaka Setia, 2010), h. 97.
2. Ibid, h. 98.
3. Ibid, h. 98-100
4. Zainuddin S. Nanggolan, Inilah Islam Falsafah Dan Hikmah Keesaan Allah, Cetakan Ke-7, (Jakarta: Kalam Mulia, 2010), h. 1-2.
5. Dedi Supriyadi, Op. Cit, h. 106-109.
Referensi:
Nanggolan, Zainuddin S. 2010. Inilah Islam Falsafah Dan Hikmah Keesaan Allah. Cetakan Ke-7. Jakarta: Kalam Mulia
Supriyadi, Dedi. 2010. Pengantar Filsafat Islam (Lanjutan) Teori dan Praktik. Cetakan Ke-1. Bandung: CV Pustaka Setia
-Risma Yunita
Sekretaris Bidang Media dan Komunikasi
PK IMM FAI
Cabang Kota Tangerang
Apa Itu Dakwah?
Menurutmu apa itu Dakwah???
Dakwah…
Dulu aku sering mendengar kata dakwah dari para kiyai yang berceramah di setiap acara maulid nabi. Hanya tahu kata... tapi tak mengerti apa arti dari kata dakwah itu sendiri?...
Lalu……
Seiring berjalannya waktu aku di pertemukan dengan gadis sederhana yang begitu berarti dalam hidupku. Ia yang mengajariku tentang islam, ia yang mengajariku tentang kebenaran, ia yang mengajariku tentang keberanian, dan ia yang mengajariku tentang arti dari sebuah dakwah.
Yah…. Dia adalah Hamba Allah.. anak yang di lahirkan premature yang sekarang menjadi gadis yang luar biasa tangguh, cerdas dan agamis. Dia selalu menjawab soal-soal matematik dengan benar, tapi ia tak mau hal itu di publikasikan. Ia selalu menjawab pertanyaan orang-orang di sekelilingnya dengan fikroh islamiyah. Dia yang selalu memikirkan ummat, keadaan ummat dan kemuliaan ummat. Hingga semua waktu main, waktu tidur, waktu istirahat, ia berikan untuk ummat. Bisa di bilang tidurnya saja dalam sehari hanya beberapa menit. Maksimal 1 jam sehari ia gunakan untuk tidur. Tapi ia lebih sering tidak tertidur sama sekali. Jika demikian, lalu apa yang ia lakukan? Hingga tubuhnya kurus dan berpenampilan apa adanya. Tidak seperti wanita lainnya yang selalu menjaga penampilannya agar tetap terlihat cantik dan bugar. Sedangkan ia hanya memperdulikan orang lain, lebih mengutamakan kebutuhan orang lain, dan lebih menghabiskan waktu untuk mentadaburi lingkungan sekitar.
Tangerang, 11 mei 2017…
Sebuah pertemuan terjadi antara aku dengannya. Lalu aku bertanya kepadanya kenapa dia pulang ke tangetang sedangkan ia harusnya berada di Tasik menjalankan aktivitas kuliayah, pesantren dan dakwahnya di sana. Lalu ia berkata “ada kewajiban yang harus ia selesaikan di tangerang”.
“masalah ummat?” tanyaku.
“iyah, walaupun hanya punya waktu 1 hari”. Ungkapnya dengan senyuman di wajahnya yang amat teduh.
Yah… dia pulang dari tasik naik kereta dan sesudah ia sampai di tangerang ia meluangkan waktunya sedikit untuk bertemu denganku. Dan lagi-lagi yang ia ucapkan adalah kata-kata mutiara dan motivasi untukku agar selalu semangat untuk berdakwah.
*Dakwah*
Di ibaratkan sebuah gangsing yang berputar mengikuti porosnya. Ibarat bumi ini yang berputar pada porosnya, sehingga berganti siang dan malam. Ibarat planet-planet dalam tata surya yang berputar dengan satu pusat ditengahnya, yang orang menyebutnya MATAHARI. Semuanya berputar pada satu titik pusat. Semua mengikuti porosnya sebagai acuan untuk terus bergerak. Begitulah sesungguhnya kami. Seluruh daya fikir kami, kedipan mata kami, hembusan nafas kami, ungkapan lisan kami, lambaian tangan kami, langkah pasti kaki kami, curahan keringat kami, kerja keras kami dan semua yang ada dan berhubungan dengan kami memusat pada satu titik, memoros pada satu hal, yaitu dakwah.
*Dakwah*
Setiap perbuatan kami tak akan pernah lepas dari yang namanya dakwah. Berlama-lama untuk menyelesaikan sekolah dan kuliyah semata-mata karena untuk kepentingan dakwah, Bukan yang lain. Bersegera selesai kuliyah juga semata-mata karena panggilan dakwah.
Setiap tingkah laku, perilaku keseharian kami adalah untuk dakwah. Makan kami agar tubuh ini senantiasa sehat, metabolism yang terjadi dalam raga ini berjalan secara normal, semata-mata agar kuat menjalankan dakwah. Yang kadag-kadang butuh tenaga untuk melakukannya.
Minum kami,makan kami, tidur kami, duduk ami, sampai senda gurau kami, semua itu bagian dari dakwah. Hingga hajatul udhowiyah… ya, kami melakukan aktivitas itu semua berujung pada satu titik yaitu dakwah.
kata DAKWAH sudah menjadi JANTUNG bagi setiap HAMBA ALLAH yang berjuang untuk mendapatkan Cinta-Nya.
-Ummu Aiman
PK IMM FAI
Dakwah…
Dulu aku sering mendengar kata dakwah dari para kiyai yang berceramah di setiap acara maulid nabi. Hanya tahu kata... tapi tak mengerti apa arti dari kata dakwah itu sendiri?...
Lalu……
Seiring berjalannya waktu aku di pertemukan dengan gadis sederhana yang begitu berarti dalam hidupku. Ia yang mengajariku tentang islam, ia yang mengajariku tentang kebenaran, ia yang mengajariku tentang keberanian, dan ia yang mengajariku tentang arti dari sebuah dakwah.
Yah…. Dia adalah Hamba Allah.. anak yang di lahirkan premature yang sekarang menjadi gadis yang luar biasa tangguh, cerdas dan agamis. Dia selalu menjawab soal-soal matematik dengan benar, tapi ia tak mau hal itu di publikasikan. Ia selalu menjawab pertanyaan orang-orang di sekelilingnya dengan fikroh islamiyah. Dia yang selalu memikirkan ummat, keadaan ummat dan kemuliaan ummat. Hingga semua waktu main, waktu tidur, waktu istirahat, ia berikan untuk ummat. Bisa di bilang tidurnya saja dalam sehari hanya beberapa menit. Maksimal 1 jam sehari ia gunakan untuk tidur. Tapi ia lebih sering tidak tertidur sama sekali. Jika demikian, lalu apa yang ia lakukan? Hingga tubuhnya kurus dan berpenampilan apa adanya. Tidak seperti wanita lainnya yang selalu menjaga penampilannya agar tetap terlihat cantik dan bugar. Sedangkan ia hanya memperdulikan orang lain, lebih mengutamakan kebutuhan orang lain, dan lebih menghabiskan waktu untuk mentadaburi lingkungan sekitar.
Tangerang, 11 mei 2017…
Sebuah pertemuan terjadi antara aku dengannya. Lalu aku bertanya kepadanya kenapa dia pulang ke tangetang sedangkan ia harusnya berada di Tasik menjalankan aktivitas kuliayah, pesantren dan dakwahnya di sana. Lalu ia berkata “ada kewajiban yang harus ia selesaikan di tangerang”.
“masalah ummat?” tanyaku.
“iyah, walaupun hanya punya waktu 1 hari”. Ungkapnya dengan senyuman di wajahnya yang amat teduh.
Yah… dia pulang dari tasik naik kereta dan sesudah ia sampai di tangerang ia meluangkan waktunya sedikit untuk bertemu denganku. Dan lagi-lagi yang ia ucapkan adalah kata-kata mutiara dan motivasi untukku agar selalu semangat untuk berdakwah.
*Dakwah*
Di ibaratkan sebuah gangsing yang berputar mengikuti porosnya. Ibarat bumi ini yang berputar pada porosnya, sehingga berganti siang dan malam. Ibarat planet-planet dalam tata surya yang berputar dengan satu pusat ditengahnya, yang orang menyebutnya MATAHARI. Semuanya berputar pada satu titik pusat. Semua mengikuti porosnya sebagai acuan untuk terus bergerak. Begitulah sesungguhnya kami. Seluruh daya fikir kami, kedipan mata kami, hembusan nafas kami, ungkapan lisan kami, lambaian tangan kami, langkah pasti kaki kami, curahan keringat kami, kerja keras kami dan semua yang ada dan berhubungan dengan kami memusat pada satu titik, memoros pada satu hal, yaitu dakwah.
*Dakwah*
Setiap perbuatan kami tak akan pernah lepas dari yang namanya dakwah. Berlama-lama untuk menyelesaikan sekolah dan kuliyah semata-mata karena untuk kepentingan dakwah, Bukan yang lain. Bersegera selesai kuliyah juga semata-mata karena panggilan dakwah.
Setiap tingkah laku, perilaku keseharian kami adalah untuk dakwah. Makan kami agar tubuh ini senantiasa sehat, metabolism yang terjadi dalam raga ini berjalan secara normal, semata-mata agar kuat menjalankan dakwah. Yang kadag-kadang butuh tenaga untuk melakukannya.
Minum kami,makan kami, tidur kami, duduk ami, sampai senda gurau kami, semua itu bagian dari dakwah. Hingga hajatul udhowiyah… ya, kami melakukan aktivitas itu semua berujung pada satu titik yaitu dakwah.
kata DAKWAH sudah menjadi JANTUNG bagi setiap HAMBA ALLAH yang berjuang untuk mendapatkan Cinta-Nya.
-Ummu Aiman
PK IMM FAI
Presiden
presiden presiden, tahu g ya sebenernya berapa sih jumlah presiden yang
dimiliki apa bener cuma 7?atau lebih dari 7? Yuk langsung aja kita baca
sepenggal history yang entah sengaja ditiadakan atau lupa di masukan
dalam pelajaran sejarah!!!
Apakah benar bahwa Indonesia telah dipinpin oleh eman presiden?
Menurut catatan sejarah, sebenarnya indonesia memiliki 6 presiden, bukan hanya Soekarno, Soeharto, Bj. Habibie, Gusdur, Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono saja yang pernah memimpin Indonesia. Ada dua tokoh penting yang diabaikan sejarah dalam meminpin Indonesia yaitu sjafruddin Prawiranegara dan Mr. Assaat.
Banyak para oencatat sejarah yang melupakan atau mengabaikan kedua tokoh ini, entah karena lupa atau mungkin sengaja untuk dilupakaan. perlu diketahui, bahwa Sjafruddin Prawiranegara adalah Pemimpin Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) ketika Presiden Soekarno dan Moh. Hatta ditangkap Belanda pada awal agresi militer kedua, sedangkan Mr. Assaat adalah Presiden RI saat republik ini menjadi bagian dari Republik Indonesia Serikat (1949).
Pada tanggal 19 Desember 1948, saat Belanda melakukan agresi militer II dengan menyerang dan menguasai ibu kota RI saat itu di Yogyakarta, mereka berhasil menangkap dan menahan Presiden Soekarno, Moh. Hatta, serta para pemimpin Indonesia lainnya untuk kemudian diasingkan ke Pulau Bangka. Kabar penangkapan terhadap Soekarno dan para pemimpin Indonesia itu terdengar oleh Sjafrudin Prawiranegara yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kemakmuran dan sedang berada di Bukittinggi, Sumatra Barat.
Mr. Sjafruddin Prawiranegara
Untuk mengisi kekosongan kekuasaan, Sjafrudin mengusulkan dibentuknya pemerintahan darurat untuk meneruskan pemerintah RI. Padahal, saat itu Soekarno – Hatta mengirimkan telegram berbunyi, “Kami, Presiden Republik Indonesia memberitakan bahwa pada hari Minggu tanggal 19 Desember 1948 djam 6 pagi Belanda telah mulai serangannja atas Ibu Kota Jogjakarta. Djika dalam keadaan pemerintah tidak dapat mendjalankan kewajibannja lagi, kami menguasakan kepada Mr. Sjafruddin Prawiranegara, Menteri Kemakmuran RI untuk membentuk Pemerintahan Darurat di Sumatra”.
Namun saat itu telegram tersebut tidak sampai ke Bukittinggi. Meski demikian, ternyata pada saat bersamaan Sjafruddin Prawiranegara telah mengambil inisiatif yang senada. Dalam rapat di sebuah rumah dekat Ngarai Sianok Bukittinggi, 19 Desember 1948, ia mengusulkan pembentukan suatu pemerintah darurat (emergency government). Gubernur Sumatra Mr. T.M. Hasan menyetujui usul itu “demi menyelamatkan Negara Republik Indonesia yang berada dalam bahaya, artinya kekosongan kepala pemerintahan, yang menjadi syarat internasional untuk diakui sebagai negara”.
Pada 22 Desember 1948, di Halaban, sekitar 15 km dari Payakumbuh, PDRI “diproklamasikan” . Sjafruddin duduk sebagai ketua/presiden merangkap Menteri Pertahanan, Penerangan, dan Luar Negeri, ad. interim. Kabinatenya dibantu Mr. T.M. Hasan, Mr. S.M. Rasjid, Mr. Lukman Hakim, Ir. Mananti Sitompul, Ir. Indracahya, dan Marjono Danubroto. Adapun Jenderal Sudirman tetap sebagai Panglima Besar Angkatan Perang.
Sjafruddin menyerahkan kembali mandatnya kepada Presiden Soekarno pada tanggal 13 Juli 1949 di Yogyakarta. Dengan demikian, berakhirlah riwayat PDRI yang selama kurang lebih delapan bulan melanjutkan eksistensi Republik Indonesia.
Mr. Assaat
Dalam perjanjian Konferensi Meja Bundar (KMB) yang ditandatangani di Belanda, 27 Desember 1949 diputuskan bahwa Belanda menyerahkan kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat (RIS). RIS terdiri dari 16 negara bagian, salah satunya adalah Republik Indonesia. Negara bagian lainnya seperti Negara Pasundan, Negara Indonesia Timur, dan lain-lain.
Karena Soekarno dan Moh. Hatta telah ditetapkan menjadi Presiden dan Perdana Menteri RIS, maka berarti terjadi kekosongan pimpinan pada Republik Indonesia.
Assaat adalah Pemangku Sementara Jabatan Presiden RI. Peran Assaat sangat penting. Kalau tidak ada RI saat itu, berarti ada kekosongan dalam sejarah Indonesia bahwa RI pernah menghilang dan kemudian muncul lagi. Namun, dengan mengakui keberadaan RI dalam RIS yang hanya beberapa bulan, tampak bahwa sejarah Republik Indonesia sejak tahun 1945 tidak pernah terputus sampai kini. Kita ketahui bahwa kemudian RIS melebur menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia tanggal 15 Agustus 1950. Itu berarti, Assaat pernah memangku jabatan Presiden RI sekitar sembilan bulan.
Dengan demikian, SBY adalah presiden RI yang ke-8. Urutan Presiden RI adalah sebagai berikut: Soekarno (diselingi oleh Sjafruddin Prawiranegara dan Assaat), Soeharto, B.J. Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, dan Susilo Bambang Yudhoyono.
Ternyata Indonesia memiliki sejarah yang sangat beragam sekali ya, dan sayangnya penduduk Indonesia itu sendiri tidak mau dan mungki malas untuk mencari tahu. sehingga banyak sejarah Indonesia yang terlupakan dan terabaikan.
Maka dari itu yuk kita pelajari sejarah Negara kita tercinta ini, karena dengan sejarah kita bisa belajar banyak mengenai kehidupan dan dapat memaknai setiap peristiwa yang terjadi di Indonesia tercinta ini. Apalagi dengan keadaan Indonesia yang saat ini boleh dikatakan sedang kacau, entah itu dalam politik, kebudayaan, ekonomi, pendidikan, dan berbagai aspek lainnya.
Oleh : Bidang Keilmuan
Sumber : Word Press, History Of Prawira
Apakah benar bahwa Indonesia telah dipinpin oleh eman presiden?
Menurut catatan sejarah, sebenarnya indonesia memiliki 6 presiden, bukan hanya Soekarno, Soeharto, Bj. Habibie, Gusdur, Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono saja yang pernah memimpin Indonesia. Ada dua tokoh penting yang diabaikan sejarah dalam meminpin Indonesia yaitu sjafruddin Prawiranegara dan Mr. Assaat.
Banyak para oencatat sejarah yang melupakan atau mengabaikan kedua tokoh ini, entah karena lupa atau mungkin sengaja untuk dilupakaan. perlu diketahui, bahwa Sjafruddin Prawiranegara adalah Pemimpin Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) ketika Presiden Soekarno dan Moh. Hatta ditangkap Belanda pada awal agresi militer kedua, sedangkan Mr. Assaat adalah Presiden RI saat republik ini menjadi bagian dari Republik Indonesia Serikat (1949).
Pada tanggal 19 Desember 1948, saat Belanda melakukan agresi militer II dengan menyerang dan menguasai ibu kota RI saat itu di Yogyakarta, mereka berhasil menangkap dan menahan Presiden Soekarno, Moh. Hatta, serta para pemimpin Indonesia lainnya untuk kemudian diasingkan ke Pulau Bangka. Kabar penangkapan terhadap Soekarno dan para pemimpin Indonesia itu terdengar oleh Sjafrudin Prawiranegara yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kemakmuran dan sedang berada di Bukittinggi, Sumatra Barat.
Mr. Sjafruddin Prawiranegara
Untuk mengisi kekosongan kekuasaan, Sjafrudin mengusulkan dibentuknya pemerintahan darurat untuk meneruskan pemerintah RI. Padahal, saat itu Soekarno – Hatta mengirimkan telegram berbunyi, “Kami, Presiden Republik Indonesia memberitakan bahwa pada hari Minggu tanggal 19 Desember 1948 djam 6 pagi Belanda telah mulai serangannja atas Ibu Kota Jogjakarta. Djika dalam keadaan pemerintah tidak dapat mendjalankan kewajibannja lagi, kami menguasakan kepada Mr. Sjafruddin Prawiranegara, Menteri Kemakmuran RI untuk membentuk Pemerintahan Darurat di Sumatra”.
Namun saat itu telegram tersebut tidak sampai ke Bukittinggi. Meski demikian, ternyata pada saat bersamaan Sjafruddin Prawiranegara telah mengambil inisiatif yang senada. Dalam rapat di sebuah rumah dekat Ngarai Sianok Bukittinggi, 19 Desember 1948, ia mengusulkan pembentukan suatu pemerintah darurat (emergency government). Gubernur Sumatra Mr. T.M. Hasan menyetujui usul itu “demi menyelamatkan Negara Republik Indonesia yang berada dalam bahaya, artinya kekosongan kepala pemerintahan, yang menjadi syarat internasional untuk diakui sebagai negara”.
Pada 22 Desember 1948, di Halaban, sekitar 15 km dari Payakumbuh, PDRI “diproklamasikan” . Sjafruddin duduk sebagai ketua/presiden merangkap Menteri Pertahanan, Penerangan, dan Luar Negeri, ad. interim. Kabinatenya dibantu Mr. T.M. Hasan, Mr. S.M. Rasjid, Mr. Lukman Hakim, Ir. Mananti Sitompul, Ir. Indracahya, dan Marjono Danubroto. Adapun Jenderal Sudirman tetap sebagai Panglima Besar Angkatan Perang.
Sjafruddin menyerahkan kembali mandatnya kepada Presiden Soekarno pada tanggal 13 Juli 1949 di Yogyakarta. Dengan demikian, berakhirlah riwayat PDRI yang selama kurang lebih delapan bulan melanjutkan eksistensi Republik Indonesia.
Mr. Assaat
Dalam perjanjian Konferensi Meja Bundar (KMB) yang ditandatangani di Belanda, 27 Desember 1949 diputuskan bahwa Belanda menyerahkan kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat (RIS). RIS terdiri dari 16 negara bagian, salah satunya adalah Republik Indonesia. Negara bagian lainnya seperti Negara Pasundan, Negara Indonesia Timur, dan lain-lain.
Karena Soekarno dan Moh. Hatta telah ditetapkan menjadi Presiden dan Perdana Menteri RIS, maka berarti terjadi kekosongan pimpinan pada Republik Indonesia.
Assaat adalah Pemangku Sementara Jabatan Presiden RI. Peran Assaat sangat penting. Kalau tidak ada RI saat itu, berarti ada kekosongan dalam sejarah Indonesia bahwa RI pernah menghilang dan kemudian muncul lagi. Namun, dengan mengakui keberadaan RI dalam RIS yang hanya beberapa bulan, tampak bahwa sejarah Republik Indonesia sejak tahun 1945 tidak pernah terputus sampai kini. Kita ketahui bahwa kemudian RIS melebur menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia tanggal 15 Agustus 1950. Itu berarti, Assaat pernah memangku jabatan Presiden RI sekitar sembilan bulan.
Dengan demikian, SBY adalah presiden RI yang ke-8. Urutan Presiden RI adalah sebagai berikut: Soekarno (diselingi oleh Sjafruddin Prawiranegara dan Assaat), Soeharto, B.J. Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, dan Susilo Bambang Yudhoyono.
Ternyata Indonesia memiliki sejarah yang sangat beragam sekali ya, dan sayangnya penduduk Indonesia itu sendiri tidak mau dan mungki malas untuk mencari tahu. sehingga banyak sejarah Indonesia yang terlupakan dan terabaikan.
Maka dari itu yuk kita pelajari sejarah Negara kita tercinta ini, karena dengan sejarah kita bisa belajar banyak mengenai kehidupan dan dapat memaknai setiap peristiwa yang terjadi di Indonesia tercinta ini. Apalagi dengan keadaan Indonesia yang saat ini boleh dikatakan sedang kacau, entah itu dalam politik, kebudayaan, ekonomi, pendidikan, dan berbagai aspek lainnya.
Oleh : Bidang Keilmuan
Sumber : Word Press, History Of Prawira
Apa itu Adidaya?
Tahukan kalian apa itu adidaya?
Yah rupanya negara kita pernah menyandang kata2 itu di era 60an, dan negara kita menjadi sosok terkuat dibelahan bumi bagian selatan, yuk langsung aja baca gambaran singkatnya!!!!!!
Semasa kepemimpinan Presiden Soekarno tepatnya pada tahun 1960-an Militer Indonesia sangat ditakuti di dunia. Kehebatan militer Indonesia mampu membuat gentar negara-negara hebat dunia bahkan Amerika, Inggris dan Jerman sempat dibuat ngeri dan was-was dengan Indonesia.
Kehebatan militer Indonesia ini bukanlah bualan belaka. Sejarah telah membuktikan bagaimana para tentara pembela kemerdekaan tanah air mampu mengusir penjajah Belanda dan jepang dari tanah air sehingga Indonesia menjadi negara merdeka sampai sekarang ini.
Indonesia juga pernah membuat ciut nyali Malaysia dan Australia. Lihat saja seperti Kopassus yang mampu menyelamatkan sandera di pesawat Garuda yang dibajak oleh teroris di Bangkok hanya dalam beberapa menit saja. Ini bukti bahwa skill dan kemampuan tentara Indonesia sangat diakui kehebatanya di dunia.
Tepatnya 1960-an, Era Presiden Sukarno, kekuatan militer Indonesia adalah salah satu yang terbesar dan terkuat di dunia. Saat itu, bahkan kekuatan Belanda sudah tidak sebanding dengan Indonesia, dan Amerika sangat khawatir dengan perkembangan kekuatan militer kita yang didukung besar-besaran oleh teknologi terbaru Uni Sovyet. Baca ternyata Amerika gentar dengan Indonesia
1960, Belanda masih bercokol di Papua. Melihat kekuatan Republik Indonesia yang makin hebat, Belanda yang didukung Barat merancang muslihat untuk membentuk negara boneka yang seakan-akan merdeka, tapi masih dibawah kendali Belanda.
Presiden Sukarno segera mengambil tindakan ekstrim, tujuannya, merebut kembali Papua. Sukarno segera mengeluarkan maklumat “Trikora” di Yogyakarta, dan isinya adalah:
1. Gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan kolonial Belanda.
2. Kibarkan Sang Saka Merah Putih di seluruh Irian Barat
3. Bersiaplah untuk mobilisasi umum, mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air bangsa.
Berkat kedekatan Indonesia dengan Sovyet, maka Indonesia mendapatkan bantuan besar-besaran kekuatan armada laut dan udara militer termaju di dunia dengan nilai raksasa, US$ 2.5 milyar. Saat ini kekuatan militer Indonesia menjadi yang terkuat di seluruh belahan bumi selatan.
Kapal Perang KRI Irian
Kekuatan utama Indonesia di saat Trikora itu adalah salahsatu kapal perang terbesar dan tercepat di dunia buatan Sovyet dari kelas Sverdlov, dengan 12 meriam raksasa kaliber 6 inchi. Ini adalah KRI Irian, dengan bobot raksasa 16.640 ton dengan awak sebesar 1270 orang termasuk 60 perwira. Sovyet, tidak pernah sekalipun memberikan kapal sekuat ini pada bangsa lain manapun, kecuali Indonesia. (Kapal-kapal terbaru Indonesia sekarang dari kelas Sigma hanya berbobot 1600 ton).
Angkatan udara Indonesia juga menjadi salahsatu armada udara paling mematikan di dunia, yang terdiri dari lebih dari 100 pesawat tercanggih saat itu. Armada ini terdiri dari :
1. 20 pesawat pemburu supersonic MiG-21 Fishbed.
2. 30 pesawat MiG-15
3. 49 pesawat tempur high-subsonic MiG-17.
4. 10 pesawat supersonic MiG-19.
Pesawat MiG-21 Fishbed adalah salahsatu pesawat supersonic tercanggih di dunia, yang telah mampu terbang dengan kecepatan mencapai Mach 2. Pesawat ini bahkan lebih hebat dari pesawat tercanggih Amerika saat itu, pesawat supersonic F-104 Starfighter dan F-5 Tiger. Sementara Belanda masih mengandalkan pesawat-pesawat peninggalan Perang Dunia II seperti P-51 Mustang.
Sebagai catatan, kedahsyatan pesawat-pesawat MiG-21 dan MiG-17 di Perang Vietnam sampai mendorong Amerika mendirikan United States Navy Strike Fighter Tactics Instructor, pusat latihan pilot-pilot terbaik yang dikenal dengan nama TOP GUN.
Indonesia juga memiliki armada 26 pembom jarak jauh strategis Tu-16 Tupolev (Badger A dan B). Sahabat anehdidunia.blogspot.com ini membuat Indonesia menjadi salahsatu dari hanya 4 bangsa di dunia yang mempunyai pembom strategis, yaitu Amerika, Rusia, dan Inggris. Pangkalannya terletak di Lapangan Udara Iswahyudi, Surabaya.
Bahkan China dan Australia pun belum memiliki pesawat pembom strategis seperti ini. Pembom ini juga dilengkapi berbagai peralatan elektronik canggih dan rudal khusus anti kapal perang AS-1 Kennel, yang daya ledaknya bisa dengan mudah menenggelamkan kapal-kapal tempur Barat.
Indonesia juga memiliki 12 kapal selam kelas Whiskey, puluhan kapal tempur kelas Corvette, 9 helikopter terbesar di dunia MI-6, 41 helikopter MI-4, berbagai pesawat pengangkut termasuk pesawat pengangkut berat Antonov An-12B. Total, Indonesia mempunyai 104 unit kapal tempur. Belum lagi ribuan senapan serbu terbaik saat itu dan masih menjadi legendaris sampai saat ini, AK-47.
Ini semua membuat Indonesia menjadi salah satu kekuatan militer laut dan udara terkuat di dunia. Begitu hebat efeknya, sehingga Amerika di bawah pimpinan John F. Kennedy memaksa Belanda untuk segera keluar dari Papua, dan menyatakan dalam forum PBB bahwa peralihan kekuasaan di Papua, dari Belanda ke Indonesia adalah sesuatu yang bisa diterima.
Lalu bagaimana dengan kekuatan militer Indonesia era sekarang? Yang jelas militer Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu yang terbaik di dunia. Dan sekarang terlihat bahwa proses menuju kesitu mulai dibangun dengan menambah beberapa persenjataan canggih dan alutsita di tubuh TNI.
Oleh : Bidang Keilmuan
Sumber : Jakartagreater.com
Yah rupanya negara kita pernah menyandang kata2 itu di era 60an, dan negara kita menjadi sosok terkuat dibelahan bumi bagian selatan, yuk langsung aja baca gambaran singkatnya!!!!!!
Semasa kepemimpinan Presiden Soekarno tepatnya pada tahun 1960-an Militer Indonesia sangat ditakuti di dunia. Kehebatan militer Indonesia mampu membuat gentar negara-negara hebat dunia bahkan Amerika, Inggris dan Jerman sempat dibuat ngeri dan was-was dengan Indonesia.
Kehebatan militer Indonesia ini bukanlah bualan belaka. Sejarah telah membuktikan bagaimana para tentara pembela kemerdekaan tanah air mampu mengusir penjajah Belanda dan jepang dari tanah air sehingga Indonesia menjadi negara merdeka sampai sekarang ini.
Indonesia juga pernah membuat ciut nyali Malaysia dan Australia. Lihat saja seperti Kopassus yang mampu menyelamatkan sandera di pesawat Garuda yang dibajak oleh teroris di Bangkok hanya dalam beberapa menit saja. Ini bukti bahwa skill dan kemampuan tentara Indonesia sangat diakui kehebatanya di dunia.
Tepatnya 1960-an, Era Presiden Sukarno, kekuatan militer Indonesia adalah salah satu yang terbesar dan terkuat di dunia. Saat itu, bahkan kekuatan Belanda sudah tidak sebanding dengan Indonesia, dan Amerika sangat khawatir dengan perkembangan kekuatan militer kita yang didukung besar-besaran oleh teknologi terbaru Uni Sovyet. Baca ternyata Amerika gentar dengan Indonesia
1960, Belanda masih bercokol di Papua. Melihat kekuatan Republik Indonesia yang makin hebat, Belanda yang didukung Barat merancang muslihat untuk membentuk negara boneka yang seakan-akan merdeka, tapi masih dibawah kendali Belanda.
Presiden Sukarno segera mengambil tindakan ekstrim, tujuannya, merebut kembali Papua. Sukarno segera mengeluarkan maklumat “Trikora” di Yogyakarta, dan isinya adalah:
1. Gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan kolonial Belanda.
2. Kibarkan Sang Saka Merah Putih di seluruh Irian Barat
3. Bersiaplah untuk mobilisasi umum, mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air bangsa.
Berkat kedekatan Indonesia dengan Sovyet, maka Indonesia mendapatkan bantuan besar-besaran kekuatan armada laut dan udara militer termaju di dunia dengan nilai raksasa, US$ 2.5 milyar. Saat ini kekuatan militer Indonesia menjadi yang terkuat di seluruh belahan bumi selatan.
Kapal Perang KRI Irian
Kekuatan utama Indonesia di saat Trikora itu adalah salahsatu kapal perang terbesar dan tercepat di dunia buatan Sovyet dari kelas Sverdlov, dengan 12 meriam raksasa kaliber 6 inchi. Ini adalah KRI Irian, dengan bobot raksasa 16.640 ton dengan awak sebesar 1270 orang termasuk 60 perwira. Sovyet, tidak pernah sekalipun memberikan kapal sekuat ini pada bangsa lain manapun, kecuali Indonesia. (Kapal-kapal terbaru Indonesia sekarang dari kelas Sigma hanya berbobot 1600 ton).
Angkatan udara Indonesia juga menjadi salahsatu armada udara paling mematikan di dunia, yang terdiri dari lebih dari 100 pesawat tercanggih saat itu. Armada ini terdiri dari :
1. 20 pesawat pemburu supersonic MiG-21 Fishbed.
2. 30 pesawat MiG-15
3. 49 pesawat tempur high-subsonic MiG-17.
4. 10 pesawat supersonic MiG-19.
Pesawat MiG-21 Fishbed adalah salahsatu pesawat supersonic tercanggih di dunia, yang telah mampu terbang dengan kecepatan mencapai Mach 2. Pesawat ini bahkan lebih hebat dari pesawat tercanggih Amerika saat itu, pesawat supersonic F-104 Starfighter dan F-5 Tiger. Sementara Belanda masih mengandalkan pesawat-pesawat peninggalan Perang Dunia II seperti P-51 Mustang.
Sebagai catatan, kedahsyatan pesawat-pesawat MiG-21 dan MiG-17 di Perang Vietnam sampai mendorong Amerika mendirikan United States Navy Strike Fighter Tactics Instructor, pusat latihan pilot-pilot terbaik yang dikenal dengan nama TOP GUN.
Indonesia juga memiliki armada 26 pembom jarak jauh strategis Tu-16 Tupolev (Badger A dan B). Sahabat anehdidunia.blogspot.com ini membuat Indonesia menjadi salahsatu dari hanya 4 bangsa di dunia yang mempunyai pembom strategis, yaitu Amerika, Rusia, dan Inggris. Pangkalannya terletak di Lapangan Udara Iswahyudi, Surabaya.
Bahkan China dan Australia pun belum memiliki pesawat pembom strategis seperti ini. Pembom ini juga dilengkapi berbagai peralatan elektronik canggih dan rudal khusus anti kapal perang AS-1 Kennel, yang daya ledaknya bisa dengan mudah menenggelamkan kapal-kapal tempur Barat.
Indonesia juga memiliki 12 kapal selam kelas Whiskey, puluhan kapal tempur kelas Corvette, 9 helikopter terbesar di dunia MI-6, 41 helikopter MI-4, berbagai pesawat pengangkut termasuk pesawat pengangkut berat Antonov An-12B. Total, Indonesia mempunyai 104 unit kapal tempur. Belum lagi ribuan senapan serbu terbaik saat itu dan masih menjadi legendaris sampai saat ini, AK-47.
Ini semua membuat Indonesia menjadi salah satu kekuatan militer laut dan udara terkuat di dunia. Begitu hebat efeknya, sehingga Amerika di bawah pimpinan John F. Kennedy memaksa Belanda untuk segera keluar dari Papua, dan menyatakan dalam forum PBB bahwa peralihan kekuasaan di Papua, dari Belanda ke Indonesia adalah sesuatu yang bisa diterima.
Lalu bagaimana dengan kekuatan militer Indonesia era sekarang? Yang jelas militer Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu yang terbaik di dunia. Dan sekarang terlihat bahwa proses menuju kesitu mulai dibangun dengan menambah beberapa persenjataan canggih dan alutsita di tubuh TNI.
Oleh : Bidang Keilmuan
Sumber : Jakartagreater.com
Kamis, 04 Mei 2017
Kuukir Namamu Selalu Merah Marunku
~M. Bayu Yusup Permana
Merah Marunku,
Aku begitu gemetar menyebut namamu.
Bibir terasa berat mengucapkan. Bukan karena apa-apa, tapi ada beban yang belum
sanggup aku rampungkan persoalannya. Di depanku masih tetap menghadap berbagai
ragam pergulatan. Memang benar, bahwa, perjuangan itu tidak mengenal batas
serta tepi. Perjuangan itu bagaikan ombak, bergelora dan selalu ingin mencapai
pantai. Suasana yang demikian, merah marun, tentu kau senangi. Kau selalu
mengingat dan memikirkan persaudaran ini, tidak hanya alamnya tapi juga
orang-orangnya.
Kini ombak rasanya makin deras
berkobar. Merah, apakah kau mendengarkan suara alam itu? Sangat merdu, dan kau
seperti mau tidur merah? Tidak, aku yakin kau tidak tidur. Angin laut masih
membelaimu, dan dengarkan nyanyian malam serta rintihan gerimis terus mengalun.
Suatu hari di puncak munara
diselimuti kabut, dingin, aku merenung mengingat jasa merah marunku. Dia begitu
luar biasa perjuangannya, tidak pantang lelah. Terus memperjuangkan keadilan
dan meluruskan arah bangsa. Jasamu begitu besar untuk berjuang di jalan Allah.
Walaupun berbagai rintangan, tetapi kau tetap maju terus pantang mundur.
Tidak banyak yang aku ketauhi
tentang dirimu merah, aku mendengar namamu ketika aku memasuki kuliah di
Universitas Muhammadiyah. IMM, demikian nama panggilanmu.
Berkali-kali aku mengeja namamu: Merah Marunku.
Aku menyebut namamu dalam keheningan.
Aku tersendat-sendat memanggilmu.
Tidak setiap orang yang dapat
memahami dirimu, merah. Aku mengerti. Pendirianmu memang keras dan utuh.
Sungguh, kau seorang organisasi sejati. Kau ngotot dalam mempertahankan
prinsip-prinsip, selalu berteriak tentang ketidakadilan dan ingin sekali
meluruskan. Kau berani menancapkan tonggak “kebenaran dan keadilan”, dan apa
yang kau kerjakan itu bukanlah melawan arus. Keberanianmu bukan sekedar
gagah-gagahan seperti apa yang dilakukan anak muda sekarang.
Sejarah mencatat mengenai kau,
perjuanganmu merah. Aku tidak akan melupakanmu. Aku hanya bisa bengong, geleng-geleng
kepala karena waktu itu aku tidak mengenalmu. Kau organisasi yang aku cintai.
Kau organisasi yang tak pernah lupa menggebrak zaman, kesaksianmu sangat jujur.
Aku pun tahu, bahwa sejarah
kelahiranmu ada dua faktor: yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor yang
terdapat dalam diri Muhammadiyah itu sendiri, dan juga faktor yang datang dari
luar Muhammadiyah, khususnya umat Islam dan umumnya apa yang terjadi di
Indonesia.
Aku pun
akhirnya sadar, bahwa engkau merupakan organisasi mahasiswa Islam yang juga
merupakan organisasi otonom persyarikatan Muhammadiyah. Wadah perjuangan untuk
menghimpun, menggerakkan, dan membina potensi mahasiswa Islam guna meningkatkan
peran dan tanggung jawabnya sebagai kader persyarikatan, kader umat dan kader
bangsa, sehingga tumbuh kader-kader yang memiliki kerangka fikir ilmu amaliyah
dan kader amaliah sesuai dengan kepribadian Muhammadiyah.
Kenapa aku tidak pergi meningalkanmu
merah? Kenapa aku masih suka nimbrung di acara-acara merah marunku, masih suka
sama merah marunku?
Karena pada hari itu, awal 4 Januari 2017 adalah hari yang sangat penting dalam
hidupku. Dimana aku berjalan menuju satu rumah diterangi cahaya lampu tintir di
bawah bulan, di rumah itulah janji ini aku ikrar dengan tulus dihadapan merah
marunku.
Kemudian disemangatkan amanah itu di
dada kiriku, lekat dengan jantungku. Acara itu menjadi saksi bahwa kita telah
menjadi keluarga di bawah naungan Jas Merah.
Janjiku “Ikatan ini tak akan putus oleh apapun, sampai maut yang
memutuskannya.
Cintamu pada tanah air tak bisa lepas. Seseorang dapat mencintai
sesuatu secara sehat, kalau ia mengenal akan obyeknya. Dan mencintai tanah air
Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari
dekat.
Semoga Merah Marunku tetap berjaya dan terus berkibar.
IMM JAYA
IMM JAYA
IMM INTELEKTUAL MUDA BERAKHLAK MULIA
Senin, 01 Mei 2017
Buruh, Sejahteralah
Siapakah dia
Dia yang bekerja 12 jam sehari
Dia yang berkeringat sebab bekerja dalam tempat yang panas
Dia yang menjadi penentu keberhasilan perusahaan dalam produksinya
Siapakah kiranya
Buruh... profesinya
Yang bekerja 12 jam demi produksi gila-gilaan sebuah
perusahaan
Yang berkeringat, demi menghidupi keluarganya
Yang di upah kecil, padahal produktivitasnya besar
Dialah buruh
Mungkin adalah bapak atau ibu kita
Mungkin bapak atau ibu mereka, kaum lemah
Mungkin mereka yang memiliki besar harapan, akan kesejahteraan
Mungkin mereka yang hanya mengandalkan tenaga
Karena ilmu pendidikannya tidak mumpuni untuk menjadi penguasa
Mereka yang dimanfaatkan tenaga dan keahliannya
Tapi... dengan upah yang rendah
Bahkan tidak kuasa membeli, apa yang pernah di produksinya
Ini membingungkan...
Ini menyakitkan
Perusaahaan yang hanya bermodal tanah alat produksi
Lalu mengambil keuntungan yang besar
padahal biaya penyusutan barang sudah menjadi itungan.. dalam biaya
produksi
Lalu yang terjun langsung ke proses produksi... mereka dapat apa?
Hanya upah yang kecil dan terikat dengan biaya penghidupan keluarga
Mereka yang tertindas, sekali lagi tertindas
Bahkan saat mereka demonstrasi menuntut haknya, mereka diihujat
“Gaji sudah besar, masih saja
demo”
“gimana mau cukup, motornya saja ninja”
“aksi mereka itu ditunggangi oknum”
Yang menghujat...
Sadarlah...
Tau apa mereka tentang dunia perburuhan!
Yang bijak , milih
mendoakan.
Supaya buruh sejahtera...
~RW~
Langganan:
Postingan (Atom)